Senin, 03 Februari 2014

PANTUN

PANTUN JENAKA

Ikan gabus di rawa-rawa,
Ikan belut nyangkut di jaring,
Perutku sakit menahan tawa,
Gigi palsu loncat ke piring.
Jikalau lengang dalam negeri,
Marilah kita pergi ke kota,
Hairan tercengang kucing berdiri,
Melihat tikus naik kereta.
Buah Nanas, Buah bengkoang,
Buah jambu, Buah kedondong,
Ngerujak dooooooooonggggggg.
Di kedai Yahya berjual surat, Di kedai kami berjual sisir, Sang buaya melompat ke darat,
Melihat kambing terjun ke air.
Anak dara Datuk Tinggi,
Buat gulai ikan tilan,
Datuk tua tak ada gigi,
Bila makan kunyah telan.
Senangis letak di timbangan,
Pemulut kumbang pagi-pagi,
Menangis katak di kubangan,
Melihat belut terbang tinggi.
Elok berjalan kota tua,
Kiri kanan berbatang sepat,
Elok berbini orang tua,
Perut kenyang ajaran dapat.
Anak bakau di rumpun salak,
Patah taruknya ditimpa genta,
Riuh kerbau tergelak-gelak,
Melihat beruk berkaca mata.
Anak Hindu beli petola,
Beli pangkur dua-dua,
Mendengar kucing berbiola,
Duduk termenung tikus tua.
Ketika perang di negeri Jerman,
Ramai askarnya mati mengamuk,
Rangup gunung dikunyah kuman,
Lautan kering dihirup nyamuk.
Pohon manggis di tepi rawa,
Tempat datuk tidur beradu,
Sedang menangis nenek tertawa,
Melihat datuk bermain gundu.
Jalan-Jalan ke Kota Sumedang..,
Ada Kambing Makan Rumput..,
Anak-anak pada Senang ..,
Melihat banci Bergoyang Dangdut..
Limau purut di tepi rawa,,
Buah dilanting belum masak,
Sakit perut sebab tertawa,,
Melihat kucing duduk berbedak.
Jangan takut,
Jangan kawatir,
Itu kentut,
Bukan petir.
Bunga mawar tangkai berduri,
Laris manis pedang cendol,
Aku tersenyum malu sekali,
Ingat dulu suka mengompol.
Jalan-jalan ke rawa-rawa,
Jika capai duduk di pohon palm,
Geli hati menahan tawa,
Melihat katak memakai helm.
Jalan-jalan ke Kota Arab,
Jangan lupa membeli kitab,
Cewek sekarang tidak bisa diharap,
Bodi bohai betis berkurap.
Hilir lorong mudik lorong,
Bertongkat batang temberau,
Bukan saya berkata bohong,
Katak memikul paha kerbau.
Buah jering dari Jawa,
Naik sigai ke atas atap,
Ikan kering lagi ketawa,
Dengar tupai baca kitab.
Jual betik dengan kandil,
Kandil buatan orang Inggris,
Melihat buaya menyandang bedil,
dan kerbau tegak berbaris.
Orang menganyam sambil duduk,
Kalau sudah bawa ke balai,
Melihat ayam memakai tanduk,
Datang musang meminta damai.

PANTUN ANAK-ANAK

Makan bubur diatas meja...,
Minumnya jus diatas rak...,
Hari libur tetap bekerja..,
Dapat bonus ambilnya di irak...

Kalau ada sumur diladang..,
Bolehlah kita menggosok gigi..,
Kalau anda diwarung padang..,
Bolehkah kita ditraktir lagi..

Hari minggu sudahlah siang..
Setelah siang menuju petang...
Ditunggu tunggu gak jua datang...
Sekali datang kok nagih utang...

Kue rangin rasanya manis..
Kue tar bukanlah lapis..
Malam dingin hujan gerimis..
Sebentar bentar kebelet pipis..

Ini musim masih penghujan...
Kata simbok jangan nakal..
yang muslim silahkan Jumatan..
Bawa gembok amankan sendal..

Masak ayam masak tumis..
Iris tipis sampai habis..
Selasa malam hujan gerimis..
Dompet tipis smakin kritis..

Anak ayam turun ke bumi,
Induk ayam naik kelangit,
Anak ayam nyari kelangit,
Induk ayam nyungsep ke bumi.
Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati,
Saya bingung kamu pun bingung,
Kenapa ada bunga melati ???!?

Pohon kelapa, Pohon durian,,
Pohon Cemara, Pohon Palem,
Pohonnya tinggi-tinggi Bo!

Orang Sasak pergi ke Bali,
Membawa pelita semuanya,
Berbisik pekak dengan tuli,
Tertawa si buta melihatnya.
Jauh di mata,dekat dihati,
Jauh di hati,dekat dimata,
Jauh-dekat tujuh ratus perak.
Punggur berdaun di atas kota,
Jarak sejengkal dua jari,
Musang rabun,
helang pun buta,
Baru ayam suka hati.

Tanam pinang di atas kubur,
Tanam bayam jauh ke tepi,
Walaupun musang sedang tidur,
Mengira ayam di dalam mimpi.
Serigala suka makan garam Dia makan pakai tiga moncong 
Rumah kumuh sangat seram Karena ada banyak pocong.
Pergi Haji ke Kota Mekah.. Jangan Lupa bawa Kedondong.. 
Orang yang Rajin sedekah. . Insya aLLoh masuk Surga dong..



PANTUN AGAMA

Buat apa berbaju batik kalau Tidak pake selendang 
Buat apa berwajah cantik Kalau tidak mau sembahyang.

Beli lemari yang sudah diukir Ukirannya bagus dari daerah Magetan 
Hidup di dunia janganlah kikir Orang kikir itu temannya SETAN.

Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa 
Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa.

Sungguh indah pintu dipahat, Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan.
Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siang 
Kalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang.

Terang bulan tarang bercahaya Cahaya memancar ke tanjung jati 
Jikalau hendak hidup bhagia Beramal ibadah sebelum mati.

Belatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pokok 
Hidup mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon .

Pak gani sedang merawat sapi. banyak sapinya hanya ada empat. 
Mari bershalawat kepada nabi. semoga kita Di beri syafaat .

Ada Anak gembala mencari rumput Tak peduli Panasnya terik disiang hari 
Apabla malaikat IZRAIL datang menjemput Kemanakah tempat kita akan berlari.

Daun terap di atas dulang Anak udang mati dituba 
Dalam kitab ada terlarang Yang haram janngan dicoba.

Burung pelatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pohon 
Hidup mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon.

Kalau tuan pergi ke tuban Singgah semalam di Daka 
Shalat itu perintah Tuhan jika ingkar masuk Neraka.

Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan 
Bangun pagi sembahyang subuh Minta doa kepada Tuhan.

Kemuning di dalam semak Jatuh melayang ke dalam paya 
Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya.

Asam kandis asam gelugur Asam nukleat asam sulfat 
Menangis dipintu kubur Teringat badan tidak shalat.

PANTUN NASEHAT

Kelapa tua dibelah belah Sudah dibelah lalu dikukur 
Sungguh banyak nikmat Allah Sifat mulia pandai Bersyukur.

Sayang sayang buah kepayang Buah kepayang hendak dimakan 
Manusia hanya boleh merancang Kuasa Allah Menentukan.

Dua tiga empat lima enam tujuh lapan sembilan
kita hidup takkan lama Jangan lupa siapkan bekalan.

Anak ayam turunnya lima Mati seekor tinggal empat 
Kita hidup mesti beragama Supaya hidup tidaklah sesat.

Ada Tukang kayu membuat Peti Peti yang bagus berbahan kayu jati 
Mari bersihkan diri dan sucikan hati Jauhkan sifat dengki serta iri hati.

Sungguhlah manis si buah nangka Makannya hati-hati karena ada getahnya 
Jauhkan diri untuk berburuk sangka Buruk sangka itu tdak baik akibatnya.

Bunga kenanga di atas kubur Pucuk sari pandan Jawa 
Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa.

Kera di hutan terlompat-lompat Si pemburu memasang jerat 
Hina sungguh sifat mengumpat Dilaknat Allah dunia akhirat.

Kapas dipintal menjadi benang Untuk dibuat si kain kafan 
Bila jamuan kurang berkenan Mohon maaf kami ucapkan.

Pergi ke pasar beli bawang Beli bawang tidak pakai kulit 
Hati hati lah jadi orang jadi orang janganlah suka pelit.

Kehulu sungai gunakan rakit Dari bambu diikat kuat 
Bila ucapku buatmu sakit Maaf darimu sangat kuharap.

Air dan api slalu berlawanan Langit dan bumi adalah berjauhan 
Kalau hati penuh kedengkian Siapalah orang yang akan mau berteman.

Pergi kepasar membeli itik pulang nya sambil beli gergaji 

Buat apa punya pacar cantik kalau tidak pernah sering mengaji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar