PANTUN JENAKA
|
Ikan gabus di rawa-rawa,
Ikan belut nyangkut di jaring, Perutku sakit menahan tawa, Gigi palsu loncat ke piring. |
Jikalau lengang dalam negeri,
Marilah kita pergi ke kota, Hairan tercengang kucing berdiri, Melihat tikus naik kereta. |
Buah Nanas, Buah bengkoang,
Buah jambu, Buah kedondong, Ngerujak dooooooooonggggggg. |
|
Di kedai Yahya berjual surat, Di kedai kami berjual sisir, Sang
buaya melompat ke darat,
Melihat kambing terjun ke air. |
Anak dara Datuk Tinggi,
Buat gulai ikan tilan, Datuk tua tak ada gigi, Bila makan kunyah telan. |
Senangis letak di timbangan,
Pemulut kumbang pagi-pagi, Menangis katak di kubangan, Melihat belut terbang tinggi. |
|
Elok berjalan kota tua,
Kiri kanan berbatang sepat, Elok berbini orang tua, Perut kenyang ajaran dapat. |
Anak bakau di rumpun salak,
Patah taruknya ditimpa genta, Riuh kerbau tergelak-gelak, Melihat beruk berkaca mata. |
Anak Hindu beli petola,
Beli pangkur dua-dua, Mendengar kucing berbiola, Duduk termenung tikus tua. |
|
Ketika perang di negeri Jerman,
Ramai askarnya mati mengamuk, Rangup gunung dikunyah kuman, Lautan kering dihirup nyamuk. |
Pohon manggis di tepi rawa,
Tempat datuk tidur beradu, Sedang menangis nenek tertawa, Melihat datuk bermain gundu. |
Jalan-Jalan ke Kota Sumedang..,
Ada Kambing Makan Rumput.., Anak-anak pada Senang .., Melihat banci Bergoyang Dangdut.. |
|
Limau purut di tepi rawa,,
Buah dilanting belum masak, Sakit perut sebab tertawa,, Melihat kucing duduk berbedak. |
Jangan takut,
Jangan kawatir, Itu kentut, Bukan petir. |
Bunga mawar tangkai berduri,
Laris manis pedang cendol, Aku tersenyum malu sekali, Ingat dulu suka mengompol. |
|
Jalan-jalan ke rawa-rawa,
Jika capai duduk di pohon palm, Geli hati menahan tawa, Melihat katak memakai helm. |
Jalan-jalan ke Kota Arab,
Jangan lupa membeli kitab, Cewek sekarang tidak bisa diharap, Bodi bohai betis berkurap. |
Hilir lorong mudik lorong,
Bertongkat batang temberau, Bukan saya berkata bohong, Katak memikul paha kerbau. |
|
Buah jering dari Jawa,
Naik sigai ke atas atap, Ikan kering lagi ketawa, Dengar tupai baca kitab. |
Jual betik dengan kandil,
Kandil buatan orang Inggris, Melihat buaya menyandang bedil, dan kerbau tegak berbaris. |
Orang menganyam sambil duduk,
Kalau sudah bawa ke balai, Melihat ayam memakai tanduk, Datang musang meminta damai. |
PANTUN ANAK-ANAK
|
Makan bubur diatas meja...,
Minumnya jus diatas rak..., Hari libur tetap bekerja.., Dapat bonus ambilnya di irak... |
Kalau ada sumur diladang..,
Bolehlah kita menggosok gigi.., Kalau anda diwarung padang.., Bolehkah kita ditraktir lagi.. |
Hari minggu sudahlah siang..
Setelah siang menuju petang... Ditunggu tunggu gak jua datang... Sekali datang kok nagih utang... |
|
Kue rangin rasanya manis..
Kue tar bukanlah lapis.. Malam dingin hujan gerimis.. Sebentar bentar kebelet pipis.. |
Ini musim masih penghujan...
Kata simbok jangan nakal.. yang muslim silahkan Jumatan.. Bawa gembok amankan sendal.. |
Masak ayam masak tumis..
Iris tipis sampai habis.. Selasa malam hujan gerimis.. Dompet tipis smakin kritis.. |
|
Anak ayam turun ke bumi,
Induk ayam naik kelangit, Anak ayam nyari kelangit, Induk ayam nyungsep ke bumi. |
Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati, Saya bingung kamu pun bingung, Kenapa ada bunga melati ???!? |
Pohon kelapa, Pohon durian,,
Pohon Cemara, Pohon Palem, Pohonnya tinggi-tinggi Bo! |
|
Orang Sasak pergi ke Bali,
Membawa pelita semuanya, Berbisik pekak dengan tuli, Tertawa si buta melihatnya. |
Jauh di mata,dekat dihati,
Jauh di hati,dekat dimata, Jauh-dekat tujuh ratus perak. |
Punggur berdaun di atas kota,
Jarak sejengkal dua jari, Musang rabun, helang pun buta, Baru ayam suka hati. |
|
Tanam pinang di atas kubur,
Tanam bayam jauh ke tepi, Walaupun musang sedang tidur, Mengira ayam di dalam mimpi. |
Serigala suka makan garam Dia makan pakai tiga moncong
Rumah kumuh sangat seram Karena ada banyak pocong.
|
Pergi Haji ke Kota Mekah.. Jangan Lupa bawa Kedondong..
Orang yang Rajin sedekah. . Insya aLLoh masuk Surga dong..
|
PANTUN AGAMA
Buat
apa berbaju batik kalau Tidak pake selendang
Buat
apa berwajah cantik Kalau tidak mau sembahyang.
Beli
lemari yang sudah diukir Ukirannya bagus dari daerah Magetan
Hidup
di dunia janganlah kikir Orang kikir itu temannya SETAN.
Banyak
bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa
Banyak
tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa.
Sungguh indah pintu
dipahat, Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan.
Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan.
Kalau
bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siang
Kalau
hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang.
Terang
bulan tarang bercahaya Cahaya memancar ke tanjung jati
Jikalau
hendak hidup bhagia Beramal ibadah sebelum mati.
Belatuk
di atas dahan Terbang pergi ke lain pokok
Hidup
mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon .
Pak
gani sedang merawat sapi. banyak sapinya hanya ada empat.
Mari
bershalawat kepada nabi. semoga kita Di beri syafaat .
Ada
Anak gembala mencari rumput Tak peduli Panasnya terik disiang hari
Apabla
malaikat IZRAIL datang menjemput Kemanakah tempat kita akan berlari.
Daun
terap di atas dulang Anak udang mati dituba
Dalam
kitab ada terlarang Yang haram janngan dicoba.
Burung
pelatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pohon
Hidup
mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon.
Kalau
tuan pergi ke tuban Singgah semalam di Daka
Shalat
itu perintah Tuhan jika ingkar masuk Neraka.
Anak
ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan
Bangun
pagi sembahyang subuh Minta doa kepada Tuhan.
Kemuning
di dalam semak Jatuh melayang ke dalam paya
Meski
ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya.
Asam
kandis asam gelugur Asam nukleat asam sulfat
Menangis
dipintu kubur Teringat badan tidak shalat.
PANTUN NASEHAT
Kelapa
tua dibelah belah Sudah dibelah lalu dikukur
Sungguh
banyak nikmat Allah Sifat mulia pandai Bersyukur.
Sayang
sayang buah kepayang Buah kepayang hendak dimakan
Manusia
hanya boleh merancang Kuasa Allah Menentukan.
Dua
tiga empat lima enam tujuh lapan sembilan
kita
hidup takkan lama Jangan lupa siapkan bekalan.
Anak
ayam turunnya lima Mati seekor tinggal empat
Kita
hidup mesti beragama Supaya hidup tidaklah sesat.
Ada
Tukang kayu membuat Peti Peti yang bagus berbahan kayu jati
Mari
bersihkan diri dan sucikan hati Jauhkan sifat dengki serta iri hati.
Sungguhlah
manis si buah nangka Makannya hati-hati karena ada getahnya
Jauhkan
diri untuk berburuk sangka Buruk sangka itu tdak baik akibatnya.
Bunga
kenanga di atas kubur Pucuk sari pandan Jawa
Apa
guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa.
Kera
di hutan terlompat-lompat Si pemburu memasang jerat
Hina
sungguh sifat mengumpat Dilaknat Allah dunia akhirat.
Kapas
dipintal menjadi benang Untuk dibuat si kain kafan
Bila
jamuan kurang berkenan Mohon maaf kami ucapkan.
Pergi
ke pasar beli bawang Beli bawang tidak pakai kulit
Hati
hati lah jadi orang jadi orang janganlah suka pelit.
Kehulu
sungai gunakan rakit Dari bambu diikat kuat
Bila
ucapku buatmu sakit Maaf darimu sangat kuharap.
Air
dan api slalu berlawanan Langit dan bumi adalah berjauhan
Kalau
hati penuh kedengkian Siapalah orang yang akan mau berteman.
Pergi
kepasar membeli itik pulang nya sambil beli gergaji
Buat
apa punya pacar cantik kalau tidak pernah sering mengaji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar